Wedangan Pendopo
Wedangan yang dimiliki
Solo memiliki kekhasan tersendiri yang membuat saya ingin kembali mencari lebih
banyak tempat wedangan. Saya senang sekali dengan coklat panas, menurut saya
rasanya berbeda dengan buatan sendiri sehingga saya lebih menyukai membeli
coklat panas di wedangan. Teh yang tersedia di wedangan pun juga berbeda karena
teh tersebut dicampur dengan teh merk
lain.
Wedangan Pendopo tampak
depan
Saya mencari referensi
dari beberapa teman mengenai wedangan yang unik dan enak di Solo. Akhirnya saya
tertarik dengan Wedangan Pendopo yang berada di Jalan Srigading I No. 7,
Turisari, Mangkubumen, Banjarsari, Solo. Lokasi dari Wedangan Pendopo berada di
gang sempit jadi apabila menggunakan mobil harus diparkirkan di sekolah yang
ada dipinggir jalan dekat wedangan dan harus berjalan sekitar 100 meter untuk
sampai di Wedangan Pendopo.
Deretan foto selebritis
Wedangan Pendopo
berdiri sejak tahun 2011, pendirinya adalah pasangan suami isteri,
Totok-Ustiani. Wedangan ini cukup unik dengan barang antik sebagai unsur
dekoratifnya. Wedangan pendopo ramai dikunjungi oleh masyarakat. Beberapa
deretan selebritis juga pernah datang ke sini, mulai dari Maria Selena, Andien,
bahkan Pak Jokowi dan isterinya beberapa kali mendatangi Wedangan Pendopo ini.
Jadul merupakan satu kata yang dapat menggambarkan keseluruhan dari tempat ini.
Ketika pertama kali saya mengunjungi tempat ini, saya dapat menebak bahwa
tempat ini menggunakan modal yang cukup besar untuk mengoleksi berbagai koleksi
jadul yang ada.
Daftar Menu
Makanan yang dapat
diambil sendiri
Sate-satean dan
gorengan
Nah menu yang tersedia
di Wedangan Pendopo ini hampir sama dengan wedangan pada umumnya. Apabila di
Jogja nasi kucing berisi nasi dengan ikan teri namun wedangan di Solo nasi kucing
adalah nasi dengan lauk bandeng. Kemudian ada juga nasi oseng yaitu nasi dengan
tumisan kacang panjang yang biasanya ditambah dengan tempe. Wedangan Pendopo
tidak hanya menawarkan nasi namun juga berbagai sundukan sate-satean dan
berbagai macam gorengan yang dapat menjadi pelengkap untuk makan nasi. Sate-satean
dan gorengan tersebut dapat juga dibakar dengan meminta kepada penjual untuk
dibakar. Cara memesannya adalah dengan mendatangi meja penjual yang ada dikasir
lalu akan diberikan pilihan menu minuman setelah itu dipersilahkan untuk
mengambil makanan yang diinginkan. Penjual akan mencatat semua pesanan,
pembayaran dilakukan setelah selesai makan.
Saya berfoto di salah
satu ruang Wedang Pendopo
Berbagai koleksi kuno
Motor, biola, dan toples jaman dahulu
Meminum segelas coklat
panas sambil melihat suasana rumah jawa dengan koleksi antiknya serta ditemani
tetesan hujan terasa begitu syahdu bagi saya saat itu. Meskipun tempat ini
terkesan remang-remang dan sedikit menakutkan namun dapat membuat saya
mengingat suasana jaman dulu saat nenek saya masih ada. Hmm, pokoknya kalau ke
Solo jangan lupa mampir ke Wedangan Pendopo yang suasana jawanya masih sangat
terasa, ditambah makanan serta minuman yang nikmat.
jadul , unik , klasik,
BalasHapusbaru tau klo di solo ada tempat kayak gitu
thanks infonya :)
deket kos kosan gw tuh ,
BalasHapusmakasih :)
sama aku juga suka coklat tp gk panas gw sukanya hangat ^_^
BalasHapusjadi pengen nyoba tahu bakar
BalasHapuspernah kesana dulu , tapi sekarang ada perubahan ya
BalasHapusmakasih infonya :)